HUBUNGAN INDUSTRILISASI DENGAN KEMISKINAN
Industrialisasi adalah suatu proses menciptakan interaksi para pihak
yang memiliki kepentingan ekonomis yang sama terhadap suatu siklus
rantai nilai (id.answers.yahoo.com, 2009). Proses ini dapat terjadi secara alamiah maupun disengaja. Secara alamiah, pemicu proses industrialisasi adalah pasar.
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (id.answers.yahoo.com,
2009). Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis
nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan,
yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan
(poverty threshold).
Industrialisasi adalah suatu proses menciptakan interaksi para pihak
yang memiliki kepentingan ekonomis yang sama terhadap suatu siklus
rantai nilai (id.answers.yahoo.com,
2009). Proses ini dapat terjadi secara alamiah maupun disengaja. Secara
alamiah, pemicu proses industrialisasi adalah pasar.Di Indonesia, Tulus
Tambunan (2001, h-108) mencatat adanya proses
industrialisasi dimulai dari tahun 1969 dan berhasil mengangkat tingkat
pendapatan per kapita di atas US$ 1.000 per tahun dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi 7% pada saat penduduk 200 jutaan. Namun saat tulisan
ini dibuat, keadaan menurun jauh, hingga diperkirakan income perkapita
hanya 650 US$ dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 4% dan jumlah penduduk
hampir 210 juta. Yudo Swasono mencatat bahwa setelah krisis ekonomi
yang terjadi pada periode 1982-1986, pada waktu itu pertumbuhan hanya
5%.
Selanjutnya dengan proses industrialisasi pertumbuhan meningkat dan berhasil recovery
(pulih kembali), hingga tumbuh tahun 1989 ialah 7,5%, tahun 1991
mencapai 6,6% dan pada akhir Repelita X, atau akhir Pembangunan Jangka
Panjang II akan tumbuh dengan rata-rata 8,7%. (Muhammad Thoyib, 1995,
h-4). Namun perkiraan ini meleset jauh, sebab mulai 1997 terjadi krisis
moneter yang berlanjut hingga riset ini ditulis, ternyata kondisi itu
masih belum pulih.
Industrialisasi yang berkembang di era sekarang ini menyedot begitu
banyak tenaga kerja. Hal ini telah merubah alur pendistribusian tenaga
kerja dari sektor non industri menuju sektor industri. Hal ini juga
berdampak pada pendapatan yang diperoleh oleh tenaga kerja tersebut.
Dengan kata lain secara tidak langsung industrialisasi telah
mempengaruhi tingkat kemiskinan.
Namun ternyata perekonomian Indonesia masih sangat tegantung pada
sumber daya alam (pertanian, hasil hutan, perkebunan, pariwisata,
pertambangan, dan sebagainya). Di pihak lain, tingkat pendapatan
masyarakat umumnya masih rendah. Oleh karena itu, tingkat kesejahteraan
(dan usaha penanggulangan kemiskinan) Indonesia menjadi sangat
dipengaruhi oleh perubahan kualitas lingkungan.